Surabaya, NU Online
Surabaya menjadi sasaran pelaku bom bunuh diri. Pagi ini, Ahad (13/5) setidaknya ada empat gereja yang dijadikan sasaran bom bunuh diri. Yakni Santa Clara jl Ngagel Jaya Utara, gereja Jalan Arjuna 21, jalan Diponegoro, di Gereja GKI Santa Maria jalan polisi istimewa Surabaya. Bom meledak hampir bersamaan pada sekitar pukul 07.30 WIB.
“Pengeboman terhadap empat gereja secara bersamaan ini jelas telah direncanakan,” kata KH Hasan Mutawakkil Alallah. Sedangkan di waktu yang sama para kiai, umara, kepolisian dan Kodam V Brawijaya serta masyarakat menggelar istighotsah kubro agar Indonesia damai.
“Ini membuktikan bahwa mereka tidak paham Islam seutuhnya, saya yakin mereka juga tahu kalau warga Jawa Timur sedang melakukan takarrub kepada Allah,” kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini usai acara istighotsah di Mapolda Jatim.
Secara tegas Kiai Mutawakkil mengemukakan bahwa kejadian tersebut bukan gerakan agama. “Ini murni kekejaman teroris. Ini jelas radikal,” tegasnya.
Dirinya sangat menyayangkan dan prihatin atas apa yang dilakukan para pengebom. “Di saat kita mendekatkan diri kepada Allah, mereka malah membuat kekacauan. Ini bukti bahwa mereka tidak paham agama,” pungkas Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo tersebut. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)