GENGGONG- Sukeses temukan beras analog dari bahan suweg yang sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional pada lomba sains di Thailand, kini KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, S.H., M.M sarankan santri SMA Unggulan (SMAU) Haf-Sa Zainul Hasan BPPT Genggong teliti kekayaan alam laut. Hal ini disampaikan pada rapat evaluasi SMAU pada Selasa (05/02/2019) pukul 09:00 WIB di gedung cantiq.com bersama struktural sekolah.

Pada kesemptan yang juga dihadiri dewan pembina SMAU, Ning Hj Hasanatud Daroini S.Pd.I, Biro Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong Dr. Abdul Aziz Wahab, M.Ag, Kiai Mutawakkil mengapresiasi prestasi santri SMAU yang berjaya diajang karya ilmiah tingkat International, beliau menghimbau prestasi santri tidak boleh stagnan harus berkembang, salah satunya adalah beliau berharap ada penelitian lebih lanjut oleh santri terkait maritim di kabupaten Probolinggo. “Kalau bisa diteliti dan diangkat dalam tema karya ilmiah akan menjadi sesuatu yang sangat luar biasa,” akunya.

Sementara Itu, ustadz Dr. Abd Aziz Wahab menilai pentingnya konsistensi pelaksanaan program sekolah dan langkah konkrit untuk pengembangan SMAU kedepannya. Beliau berharap selain meningkatkan kualitas, perlu adanya peningkatan secara kuantitas santri baru yang akan masuk pada tahun ajaran 2019-2020 dengan usaha dan terobosan program yang sudah ditawarkannya. “Mari susun strategi untuk ‘jemput’ santri baru yang akan datang,” pintanya.

Laporan program sekolah disampaikan langsung kepala sekolah. Diantaranya; SDM sekolah dan program unggulan yang telah dilaksanakan. Sebagaimana yang disebutkan ustadz M. Inzah, M.Pd.I bahwa profesionalitas guru di SMAU sudah mencapai 100%. Hal ini di buktikan dengan data yang dipaparkan, 32 asatidz dan asatidzah mengampu mata pelajaran sesuai jurusannya, dan 15 dari 32 guru sudah mendapat sertifikat pendidik dari kemendikbud. “Alhamdulillah lebih dari separuh jumlah guru yang ada, sudah sertifikasi,” jelasnya.

Beliau menambahkan, program al qur’an terus digalakkan baik tahsin, tartil dan tahfidhul qur’an. Meningkatnya jumlah santri yang sudah menghafal lebih dari satu juz, sekitar lebih dari 50 santri dan semakin bagus kualitas tahsin dan tartilnya. Beliau juga menyinggung mitra kerja baru, IYSA ( Indonesian Young Scientic Assocation ), lembaga yang bergerak di bidang pengembangan potensi peserta didik yang sudah MOU dengan 25 negara meliputi asia, eropa dan negara-negara kawasan teluk. Kerjasa sama SMAU dengan PCCST Satun, Thailand sebagaiman tertera di Nakah MOU. “Ini memungkinkan adanya kerjasama di bidang teknologi, sains, english program dan pertukaran pelajar antara santri SMA Unggulan dengan pelajar Thailand,” jelasnya. (Fid)