GENGGONG- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKEs) Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong, terus berusaha meningkatkan profesionalitas mahasiswanya. Sabtu (22/12/2018), sekolah tingggi di bawah naungan Yayasan Hafshawaty ini menggelar pelatihan pendampingan spiritual pada pasien terminal dan perawatan jenazah bagi mahasiswa tingkat satu.

Pelatihan hasil kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, ini digelar di Aula Lantai II STIKes Hafshawaty. Ketua Senat STIKes Hafshawaty Dr. Abd. Aziz Wahab, M.Ag., mengatakan, pelatihan ini sebagai bekal bagi mahasiswa dan mahasiswi STIKes Hafshawaty dalam menghadapi pasien terminal serta cara mengurus jenazah dengan baik dan benar.

Menurutnya, menghadapi pasien terminal pasti akan dirasakan setiap tenaga kesehatan. “Karena itu, pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan membekali calon tenaga medis STIKes Hafshawaty, supaya terampil dalam menghadapi pasien terminal hingga merawat jenazah,” ujar Dr. Aziz dalam sambutannya.

Pernyataan Dr. Aziz diamini oleh Kepala Bagian Mitra dan Kerja Sama STIKes Hafshawaty, Ahmad Junaedi, M.Pd.I. Menurutnya, kegiatan ini sesuai motto yang dicetuskan ketua Yayasan Hafshawaty, yakni menjadikan bidan dan perawat yang santri.

“Ini kelebihan kampus kami. Tenaga medis yang kami siapkan harus paham dan terampil dalam menghadapi kondisi seperti ini. Jadi kampus kami harus ada bedanya dengan lembaga kesehatan lain. Tidak semua lembaga kesehatan menggelar pelatihan seperti ini,” ujar pria yang juga jadi ketua panitia pelatihan itu.

Para peserta dibimbing oleh Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo, Moh. Barzain, S.Ag., M.Pd.I. Dia bersama dua rekannya menyajikan materi yang sangat lengkap. Mulai pendampingan spiritual terhadap pasien terminal, memandikan jenazah, mengafani, menyolatkan, hingga mengubur jenazah.

Peserta juga diberi waktu untuk mempraktikkan materi yang sudah didapat. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempraktikkan merawat jenazah.

Memasuki sesi evaluasi hasil praktik peserta, Moh. Barzain menilai hasil pelatihan ini terbukti. Para mahasiswa terlihat bisa merawat jenazah mulai memandikan, mengafani, menyolatkan, hingga menguburnya. “Meski agak sedikit kaku, tapi mereka bisa mempraktikkan dengan baik dan sesuai ajaran,” ujarnya.

Moh. Barzain menyatakan, langkah yang dilakukan STIKes Hafshawaty menggelar pelatihan ini sangat tepat. Menurutnya, saat di rumah sakit, akan banyak ditemui pasien seperti ini. “Siapa lagi yang akan merawat jenazah sesuai ajaran Islam, kalau bukan kita orang-orang pesantren,” ujarnya. (*)