GENGGONG- Guna meningkatkan kerjasama, membina kerukunan dan refreshing, Yayasan Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong menggelar outbond untuk dewan asatidz-asatidzah SMA Unggulan Haf-Sa, MA. Model Hafshawaty, STIKes Hafshawaty, pengurus Pondok Hafshawaty serta staf klinik kesehatan Hafshawaty pada Rabu (21/11/2018) di Coban Rais, kota Batu, Malang.

Outbond sehari ini diikuti sekitar seratus lebih tenaga pendidik baik dari lembaga formal maupun pengurus pondok. Kegiatan ini dilaksanakan pada libur bulan maulid. Rombongan 3 bus ini bertolak ke destinasi kota dingin sekitar pukul 05.00 WIB. Kegiatan ini dipandu Master Holiday Outbond. “Kita akan sampai di lokasi sekitar 3 jam. Rondon acara, dari Probolinggo langsung menuju lokal resto di Brawijaya. Dari sana, 15 menit perjalanan akan sampai lokasi outbond,” jelas pemandu outbond yang akrab disapa Mas Bro, sebelum berangkat.

Owner Master Holiday, Saifuddin, S.Tp, mengatakan, ada beberapa permaian yang sudah disiapkan timnya. Diantaranya; ice breaking, fun game, flying fox game, high grow game dan lain-lain. Menurutnya, semua game ini bertujuan melatih konsentrasi, kekompakan tim, membangun semangat. “Ketika jadi guru, bagaimana menjadikan murid lebih baik lagi. Guru kompak dan semangat, murid akan berprestasi,” akunya.

Dia menambahkan, perlu antusiasme yang tinggi dan semangat yang lebih untuk membina peserta didik di lembaga pendidikan masing-masing. “Bagaimana kita bisa menjadikan murid kita sukses, kalau yang memberikan ilmu tudak semangat,” jelasnya.

Ning Hj. Hasanatud Daroini, S.Pd.I, pembina lembaga Hafshawaty mengatakan, tujuan outbond ini menjaga kekompakan dan kesolidan keluarga besar Yayasan Hafshawaty. Yang nantinya, rasa peduli, kebersamaan dan kekeluargaan antar lembaga tetap terjalin silaturahmi dengan baik. “Karena dengan itu semua, Insyaallah kita bisa dengan mudah mengembangkan Hafshawaty lebih baik lagi kedepan dan Go internasional,” harapnya.

Sementra itu Imron Bukhori, mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan Hafshawaty, mengaku sangat senang mengikuti outbond ini. Menurutnya, disamping seru-seruan, outbond juga mengajarkan ilmu baru, melatih kekompakan, kepekaan dan bisa kumpul dengan guru dan dosen. “Alhamdulillah, baru pertama kali. Ini barokahnya jadi pengurus pesantren bisa diajak outbond,” aku mahasiswa semester 3 asal desa Condong ini. (Fid)