Genggong- Kualitas lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo benar-benar dijaga, hal ini dibuktikan dengan diadakannya Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat (PPDG) bagi mahasiswa. Pelatihan yang berlangsung di Aula STIkes ini bekerjasama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Provinsi Jawa TImur dan Emergency Medical Technician 118 Surabaya.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dari tanggal 2-5 November dan diikuti oleh 36 peserta yang keseluruhannya dari prodi D3 keperawatan. Peserta tersebut merupakan mahasiswa yang telah diwisuda pada 25 Oktober lalu.

Pembantu ketua I bidang akademik , Sunanto, S.KM., M.Kes mengatakan bahwa PPDG ini bertujuan untuk memberikan informasi aktual dan nyata tentang ancaman bahaya bencana dan masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat di Indonesia, juga untuk mensosialisasikan berbagai program pemerintah terkait dengan pelaksanaan dan penanggulangan korban bencana alam serta mengartikulasikan peran strategis mahasiswa kesehatan dalam setiap upaya penanggulangan bencana alam di Indonesia.

“Mahasiswa kesehatan, khususnya mahasiswa STIKes Hafshawaty dapat mememiliki keterampilan serta kepedulian terhadap berbagai situasi bencana di wilayah Indonesia. Selain itu juga dapat memahami tentang sistem penanggulangan penderita gawat darurat serta mampu mengetahui seseorang yang sedang dalam kondisi gawat dan dapat mengatasinya. Jadi, mahasiswa kita bisa siap menghadapi kondisi gawat darurat dengan bekal yang didapat selama pelatihan ini”, harapnya.

Dalam kegiatan ini, lanjut Sunanto, para peserta PPDG dibekali beberapa materi tentang kegawatdaruratan, diataranya prinsip-prinsip PPDG, penanganan pendarahan dan shock, resusitasi cairan dan jantung paru, problem dan manajemen PPDG, kegawatdaruratan penyakit dalam, kegawatdaruratan pada bayi dan anak, serta pada kehamilan dan persalinan. “Pokonya materinya sangat lengkap”, ujarnya.

Tak hanya materi saja yang disampaikan oleh instruktur, para peserta juga diberi kesempatan untuk praktik langsung dalam menangani pasien gawat darurat dengan berbagai peralatan yang telah disediakan. Dalam praktiknya itu, peserta mensimulasikan penanganan pasien seolah-olah mereka sedang menangani pasien yang sebenarnya.

Cinta Olivia Audie Salsa Patrika, salah satu peserta mengaku sangat beruntung mengikuti pelatihan ini. Menurutnya pelatihan seperti ini sangat bermanfaat untuk dirinya, sebab banyak ilmu yang didapat selama palatihan. “Jadi kita bisa tahu tentang cara dan prosedur menangani pasien gawat darurat. Selama pelatihan ini kita seperti sedang menangani pasien dalam kondisi nyata”, ungkap peserta yang juga wisudawan terbaik prodi D3 Keperawatan ini.

Pelatihan ini merupakan pelatihan untuk peserta gelombang pertama, pihak kampus juga mengagendakan pelatihan gelombang kedua yang kemungkinan akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang.